Kamis, 30 April 2015

SAP ASI EKSKLUSIF BY WIDYA RISMAWATI DKK SUTOMO MIDWIFERY

SATUAN ACARA PENYULUHAN
“ASI EKSKLUSIF”
DI RT 02 RW 12 KELURAHAN MOJO KECAMATAN GUBENG SURABAYA















Disusun Oleh :
KELOMPOK II

KELAS NON REGULER SEMESTER V


KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN KAMPUS SUTOMO SURABAYA
2015
Lampiran I

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik               : Kesehatan Ibu dan Anak
Sub topik         : ASI Eksklusif
Sasaran            : Warga RT 02 RW 12 Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng
Tempat            : Di Rumah Kader  RW,  RT 02 RW 12  Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng 
Hari / tanggal  : Rabu, 28 Januari 2015
Pukul               : 10.00 – selesai
Waktu                         : 30 Menit

1.      Tujuan
1.1  Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit peserta dapat mengetahui tentang Penatalaksanaan Pemberian ASI Eksklusif.
1.2 Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan tentang Penatalaksanaan Pemberian ASI Eksklusif, diharapkan peserta penyuluhan dapat menjelaskan:
1.2.1        Pengertian/ Batasan ASI Eksklusif
1.2.2        Tujuan Pemberian ASI Eksklusif
1.2.3        Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi
1.2.4        Isi ASI Eksklusif - Susu Formula
1.2.5        Keuntungan ASI Eksklusif dibanding Susu Formula
1.2.6        Jumlah dan Lama Pemberian ASI Eksklusif
1.2.7        Cara Penyimpanan ASI Eksklusif
1.2.8        Cara Pemberian ASI Eksklusif
1.2.9        Hal-Hal yang Menyebabkan ASI Eksklusif tidak diberikan

2.      Materi
2.1   Pengertian/ Batasan ASI Eksklusif
2.2   Tujuan Pemberian ASI Eksklusif
2.3   Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi
2.4   Isi ASI Eksklusif - Susu Formula
2.5   Keuntungan ASI Eksklusif dibanding Susu Formula
2.6   Jumlah dan Lama Pemberian ASI Eksklusif
2.7  Cara Penyimpanan ASI Ekslusif
2.8  Cara Pemberian ASI Eksklusif
2.9   Hal-Hal yang Menyebabkan ASI Eksklusif tidak diberikan

3.       Metode
Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan tanya jawab.

4.      Media
Media yang digunakan adalah lembar balik dan leaflet.

5.      Daftar Rencana Proses Penyuluhan.
No
Kegiatan
Waktu
Materi
Kegiatan
Penyaji
Peserta
1.
Pembukaan
5 menit
1.1  Mengucapkan salam
1.2  Memperkenalkan diri
1.3  Menjelaskan tujuan
1.4  Menjelaskan topik dan sub topik
1.5  Menjelaskan kontrak waktu
Menyampaikan salam, membuka acara penyuluhan
Menjawab salam, memperhatikan dan mendengarkan
2.
Pelaksanaan Penyuluhan
15 menit
Pelaksanaan Penyuluhan, menjelaskan :
2.1  Pengertian/Batasan ASI Eksklusif
2.2  Tujuan Pemberian ASI Eksklusif
2.3  Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi
2.4  Isi ASI Eksklusif - Susu Formula
2.5  Keuntungan ASI Eksklusif dibanding Susu Formula
2.6  Jumlah dan Lama Pemberian ASI Eksklusif
2.7  Cara Penyimpanan ASI Eksklusif
2.8  Cara Pemberian ASI Eksklusif
2.9  Hal-Hal yang Menyebabkan ASI Eksklusif tidak diberikan
Menyajikan materi penyuluhan, menunjukkan gambar dan menjelaskan
Mendengar, melihat dan memperhatikan.





3.
Evaluasi
10 menit
3.1.  Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya
3.2.  Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peserta
Menjawab pertanyaan peserta

Bertanya kepada penyaji



4.
Simpulan
3 menit
Bersama peserta mengulas kembali materi penyuluhan yang telah dibahas
Mengulas kembali materi yang telah dibahas
Mendiskusikan, mendengar, dan memperhatikan
5.
Penutup
3menit
5.1.   Membagikan leaflet
5.2.   Menganjurkan kepada peserta untuk membaca leaflet yang telah diberikan
5.3.   Salam penutup
Membagikan leaflet pada peserta dan menganjurkan untuk membacanya, menyampaikan salam penutup
Menerima leaflet,
Melihat dan bersedia membaca leaflet,
Menjawab salam



6.      Pengorganisasian  
6.1.    Pembimbing  : 1. Praktik Klinik
1)     Wahyu Eko S. Amd.Keb
2.      Pendidikan
1)   K.Kasiati,S.Pd.,M.Kes
2)   Rekawati S.M.,Kes
6.2.    Moderator      : Widya Rismawati
 Tugas              : Mengucapkan salam
                                  Perkenalan
                                 Menjelaskan tujuan
                                 Menyampaikan topik dan sub topik
6.3.    Penyaji           : Vivi Febrianti
Tugas               : Menyajikan materi penyuluhan
6.4.    Observer         : Kristiani Pax Jufilia N
Tugas               : Menilai proses penyuluhan
6.5.    Demontrasi     : Frida Anas A
Tugas               : Mendemontrasikan cara menyusui yang benar
6.6  Notulen           : Devira Puspita
 Tugas              : Mencatat semua peserta yang hadir
  Mencatat semua pertanyaan peserta

7.      Kegiatan Evaluasi
7.1.    Struktural
7.1.1.           Peserta hadir (85% = 28 orang) di Rumah Kader RW, RT 02 RW 12 10 menit     sebelum acara dimulai.
7.1.2.           Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di ruang penyuluhan.
7.1.3.           Tidak ada peserta penyuluhan yang meninggalkan tempat sebelum  penyuluhan selesai.

7.2.       Proses
7.2.1.           Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai tugas.
7.2.2.           Peserta memperhatikan terhadap materi penyuluhan, serta peserta yang terlibat aktif dalam penyuluhan 75% yang hadir.  
7.3.    Hasil yang ingin dicapai
Peserta memahami penjelasan yang diberikan oleh penyuluh dan dapat menjelaskan kembali tentang:
7.3.1.           Pengertian/Batasan ASI Eksklusif
7.3.2.           Tujuan Pemberian ASI Eksklusif
7.3.3.           Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi
7.3.4.           Isi ASI Eksklusif - Susu Formula
7.3.5.           Keuntungan ASI Eksklusif dibanding Susu Formula
7.3.6.           Jumlah dan Lama Pemberian ASI Eksklusif
7.3.7.           Cara Penyimpanan ASI Eksklusif
7.3.8.           Cara Pemberian ASI Eksklusif
7.3.9.           Hal-Hal yang Menyebabkan ASI Eksklusif tidak diberikan
7.4.   Antisipasi Masalah
1.      Bila pesert tidak aktif dalam kegiatan (tidak ada pertanyaan) fasiliator dapat menstimulasi dengan cara berulang dengan pemberi materi dalam membahas materi yang diberikan.
2.      Pertanyaan yang sekiranya tidak dapat dijawab oleh kelompok penyaji, hendaknya dilakukan konfirmasi pada anggota organisasi yang lainnya.


MATERI PENYULUHAN ASI AKSKLUSIF

1)      Pengertian/ Batasan ASI Eksklusif
Menurut Depkes RI (2004) ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini.
Menurut Cadwell (2011) ASI eksklusif berarti bahwa bayi hanya mengkonsumsi ASI.
Menurut Khasanah (2011) ASI eksklusif adalah istilah untuk menyebutkan bayi yang hanya diberi ASI, tanpa tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat, misalnya pisang, papaya, bubur susu, biscuit, bubur nasi, tim, atau makanan lain selain ASI.

2)        Tujuan Pemberian ASI Eksklusif
Menurut Zikra (2010) Adapun tujuan dalam pemberian ASI eksklusi antara lain adalah : 
1.      Komposisi ASI pada bulan pertama cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi apabila ASI diberikan secara tepat dan benar sampai bayi berumur 6 bulan pertama. 
2.       Pemberian ASI eklsklusif bertujuan unutk menghindari faktor alergi dalam pemberian makanan selain ASI,karena sebelum usia anak 6 bulan system pencernaan bayi belum matur. jaringan pada usus halus bayi pada umumnya seperti saringan pasir. Pori-porinya berongga sehingga memungkinkan bentuk protein akan langsung masuk dalam system peredaran darah yang dapat menimbulkan alergi

3)         Manfaat ASI
Menurut Khasanah (2011) manfaat ASI bagi bayi, antara lain:
1.    ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi
2.    ASI meringankan pancernaan bayi
3.    ASI meningkatkatkan kekebalan tubuh bayi

Sedangkan manfaat ASI bagi ibu, antara lain:
1.  Tidak perlu biaya
2.  ASI tidak pernah basi
3.  Menimbulkan rasa percaya diri ibu untuk menyusui
4.  Praktis dan tidak merepotkan
5.  Menyusui dapat menunda kehamilan
6.  Mengurangi risiko berat badan berlebih
7.  Mempercepat pengecilan ukuran rahim ibu
8.  Mengurangi risiko kanker payudara
9.  Mengurangi risiko kanker rahim
10. Mengurangi stress dan kegelisahan
11. Mengurangi risiko osteoporosis
           
4)      Dampak Pemberian Susu Formula
Menurut Alison Stuebe (2009) bayi yang  tidak mendapatkan ASI dapat terjangkiti masalah kesehatan yang cukup fatal, seperti:
1.       meningkatkan resiko infeksi berbahaya seperti infeksi telinga, infeksi perut, dan pneumonia (infeksi paru-paru),
2.      resiko obesitas, diabetes tipe 1 dan 2, leukemia
3.      SIDS (sindrom kematian bayi secara tiba-tiba).
Menurut Roesli (2005) dampak pemberian susu formula bagi bayi adalah :
1.      Tidak seluruh zat gizi yang terkandung di dalam susu formula dapat diserap oleh tubuh bayi
2.      Protein yang dikandung oleh susu formula sangat terbatas
3.      Beberapa Susu Formula Tidak mudah dicerna oleh usus Bayi
4.      Kekurangan menghisap payudara sehingga mengurangi keeratan hubungan ibu dan anak
5.      Harga Lebih mahal karena harus membeli
6.      Dapat tercemar oleh polusi dan infeksi jika diberikan lebih dari 2-3 jam
7.      Susu formula memerlukan cara  penyeduhan yang benar baik takarannya maupun jumlah airnya.

2.6    Jumlah dan Lama Pemberian ASI
Tidak ada batasan dalam frekuensi (jumlah) menyusui dan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Dalam menyusui, sebaiknya tidak dijadwal, sehingga tindakan menyusui bisa dilakukan di setiap saat, yaitu ketika bayi sedang membutuhkan, karena ia akan menentukan sendiri kebutuhannnya. Ibu juga harus menyusui bayinya jika menangis, bukan karena sebab lain (seperti kencing, kepanasan/ kedinginan, atau sekadar ingin didekap), apabila ibu sudah merasa perlu menyusui bayinya.
Setiap bayi baru lahir berhak mendapatkan ASI, karena dengan pemberian ASI dalam satu jam pertama kehidupannya, maka bayi akan mendapat sumber gizi terbaik dan dapat menyelamatkan jiwa bayi pada bula-bulan pertama yang rawan. Selain itu, inisiasi menyusui dini akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dan lama menyusui.
Dalam hari pertama, produksi ASI belum banyak, sehingga ibu tidak perlu menyusui terlalu lama, tetapi cukup beberapa menit saja untuk merangsang keluarnya ASI. Pada hari-hari berikutnya, bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam. Pada awalnya, bayi tidak memiliki pola yang teratur dalam menyusui dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2 minggu kemudian.
Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara, maka sebaiknya setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara secara bergantian. Usahakan agar ibu menyusui sampai payudara terasa kosong supaya ASI menjadi lebih baik. Setiap kali menyusui, dimulai dengan payudara yang terakhir disusukan.









2.7    Cara Penyimpanan ASI
Menurut Roesli (2005), penyimpanan ASI dapat dilakukan selama:
1.    4-8 jam dalam suhu ruangan (190-250 C), bila kolostrum (ASI yang keluar pertama kali dan berwarna kekuning-kuningan) masih bertahan selama 12 jam.
2.    1-8 hari di lemari es (0°-4°C)
3.    2 minggu sampai 4 bulan di freezer lemari es
4.    4 bulan dalam peti freezer
ASI adalah makanan mentah, dan meskipun mengandung banyak antibodi dan unsur protektif lainnya, kita harus tetap hati-hati dalam pengumpulan, penanganan, dan penyimpanan. Semua yang kontak/ bersentuhan dengan ASI harus bersih dan kering. Jika bayi prematur, rentan, sakit, atau dirawat inap mungkin terdapat kewaspadaan tambahan yang dianjurkan oleh pengasuh atau rumah sakit. Misalnya, wadah tertentu harus diberi nama dan disterilkan, bukan hanya bersih. Pada beberapa kasus, susu untuk bayi yang dirawat inap mungkin harus dibekukan secepatnya atau tidak dibekukan.
Sebelum diletakkan pada lemari es, sebaiknya ASI di tuangkan ke dalam gelas kaca untuk mengurangi resiko kebocoran pada wadah penyimpanan ASI (Khasanah, 2011).
Sebelum diberikan kepada bayi ASI yang dingin atau beku perlu dihangatkan terlebih dahulu agar hangat atau mencair yaitu dengan cara :
1.      Pilihlah ASI beku yang disimpan sudah lebih lama
2.      ASI beku ini harus ditempatkan di lemari es pendingin supaya mencair  ( harus digunakan dalam 24 jam )
3.      Wadah ASI tersebut kemudian dicelupkan ke dalam air hangat, hingga ke bagian penutupnya. Jangan mencairkan ASI pada suhu ruang, karena beresiko terkontaminasi bakteri. Apalagi mencairkannya dengan microwave. ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dikembalikan ke dalam lemari es.



2.8 Cara Pemberian ASI
Menurut Khasanah (2011), beberapa pedoman untuk menyusui, antara lain:
1.    Segera setelah bayi lahir.
2.    Jangan berikan makanan atau minuman selain ASI kepada bayi kecuali atas instruksi dari dokter dengan alasan medis.
3.    Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan baru dianjurkan untuk memulai pemberian makanan pendamping ASI setelah periode eksklusif tersebut.
4.    Berikan ASI pada bayi sesuai dengan dorongan alamiahnya yaitu semau bayi tanpa dijadwal.
Teknik menyusui yang benar, antara lain:
1.    Persiapan yang perlu dilakukan agar ibu berhasil menyusui menurut Yuliarti (2010), antara lain:
a.    Persiapan alat, antara lain: kursi dengan sandaran tegak lurus, kursi kecil.
b.    Persiapan fisik ibu:
1). Saat hamil:
(1) Makanan yang bergizi disesuaikan dengan keperluan ibu hamil agar   kenaikan berat badan ibu selama hamil adalah sekitar 11 kg.
(2) Senam hamil
(3) Pemeriksaan kehamilan yang teratur.
(4) Cukup istirahat.
2). Saat nifas:
(1) Makan makanan yang bergizi dan seimbang.
(2) Senam nifas
(3) Pemeriksaan ibu nifas
(4) Cukup istirahat
3) Persiapan mental ibu:
1).Meyakinkan ibu bahwa menyusui merupakan proses alamiah dan setiap ibu dapat menyusui, asalkan dilaksanakan dengan baik.
2).Menambah pengetahuan ibu tentang manfaat ASI, sehingga ibu termotivasi untuk menyusui.
3).Mengikutsertakan suami dan anggota keluarga lain untuk mendukung ibu dalam menyusui.
4).Cuci tangan yang bersih dengan sabun, perah sedikit ASI dan oleskan disekitar puting, lalu duduk dengan santai. Posisi kaki menempel lantai dapat juga dibantu dengan kursi kecil.
2.      Pelaksanaan teknik menyusui, menurut Khasanah (2011), antara lain:
1)   Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi sanggah seluruh tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya, karena akan membuat bayi kurang nyaman. Kepala dan tubuh bayi lurus, hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting payudara. Setelah itu, dekatkan badan bayi ke badan ibu, menyentuh bibir bayi ke putting payudara ibu, dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar.
2)   Segera dekatkan bayi ke payudara, sehingga bibir bawah bayi terletak dibawah puting payudara.
3)   Ketika menyusui, sentuh bibir bayi dengan ujung puting hingga bayi membuka mulutnya. Biarkan ia membuka mulutnya sendiri hingga sampai sebagian besar areola (bagian berwarna cokelat). Gerakan rahang dan bunyi tegukan memastikan ia menyusui dalam posisi yang betul.
4)   Cara meletakkan mulut bayi dengan benar, yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar, dan bibir bawah bayi membuka lebar.
5)   Jika bayi ingin beralih payudara, alihkan bayi pada satu payudara, sehingga ia berhenti mengisap. Cara melepaskannya yang sedang menyusu adalah dengan memasukkan jari kelingking ibu yang bersih ke sudut mulut bayi dengan perlahan-lahan, atau tekan dagu bayi ke bawah dengan lembut. Angkat bayi, sendawakan bayi dan teruskan menyusui, sehingga ia merasa kenyang. Untuk menyusui yang berikutnya, dimulai dari payudara yang terasa penuh.
6)   Selepas menyusui, masukkan ujung jari kelingking ibu di ujung mulut bayi untuk menghentikan isapan.
7)   Sendawakan bayi setiap kali selesai menyusui. Menyendawakan bayi dilakukan dengan cara menggendong bayi tegak dengan bersandar pada bahu ibu, lau tepuk bayi perlahan-lahan. Selain itu, ia juga bias tidur tengkurap di pangkuan ibu. Kemudian punggung bayi ditepuk perlahan-lahan. Jika ia tidak sendawa selepas 30 detik, ia mungkin tidak perlu disendawakan. Di sisi lain, menyendawakan bayi pun dapat dilakukan oleh ayah.


2.8      Hal – hal yang Menyebabkan ASI Eksklusif Tidak Diberikan
Menurut Khasanah (2011) alasan ASI Eksklusif tidak diberikan, antara lain:
1.    Adanya perubahan struktur masyarakat dan keluarga
2.    Kemudahan-kemudahan yang didapat sebagai hasil kemajuan teknologi
3.    Meniru teman, tetangga, atau orang terkemuka yang memberikan susu botol
4.    Meningkatnya promosi susu formula sebagai pengganti ASI
5.    Kenaikan tingkat partisipasi wanita dan emansipasi dalam segala bidang kerja
6.    Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayi
7.    Takut kehilangan daya tarik sebagai seorang wanita
8.    Tekanan batin
9.    Faktor fisik ibu
10.    Kurangnya petugas kesehatan
11.    Pengaruh melahirkan di Rumah Sakit atau Klinik Bersalin
Menurut Roesli (2005), alasan ibu-ibu tidak menyusui secara eksklusif sangat bervariasi. Namun, yang paling sering dikemukakan sebagai berikut :
1.    ASI tidak cukup
2.    Ibu bekerja dengan cuti hamil tiga bulan
3.    Takut ditinggal suami
4.    Tidak diberi ASI tetap berhasil “jadi orang”
5.    Bayi akan tumbuh menjadi anak yang tidak mandiri dan manja
6.    Susu formula lebih praktis
7.    Takut badan tetap gemuk


DAFTAR PUSTAKA

Utami Roesli. 2005. Mengenai ASI Eksklusif. Jakarta : Trubs Agri Widya
Karin Cadwell dan Cindy Turner. 2011. Buku Saku Manajemen Laktasi. Jakarta : EGC
Nur Khasanah. 2011. ASI Atau Susu Formula Ya?. Jogjakarta : Flash Books
Nurheti Yuliarti. 2010. Keajaiban ASI. Jogjakarta : ANDI
). [Lihat Alison Stuebe, The Risks of Not Breastfeeding for Mothers and Infants, Rev Obstet Gynecol, 2009 Fall; 2(4): 222-231.]


ANGGOTA KELOMPOK  :          
1.     Kristiani Pax Jufilia N
2.     Widya Rismawati
3.     Frida Anas A
4.     Vivi Febrianti
5.     Zulaiha Nurhayati
6.     Devira Puspita


Daftar Hadir
Penyuluhan Asi Eklusif
Di RT 02 RW 12 Kelurahan Mojo Kecamatan Gubeng Surabaya

No.
Nama
Alamat
Tanda Tangan
1.


1.
2.


2.
3.


3.
4.


4.
5.


5.
6.


6.
7.


7.
8.


8.
9.


9.
10.


10.
11.


11.
12.


12.
13.


13.
14.


14.
15.


15.
16.


16.
17.


17.
18.


18.
19


19
20


20
21


21
22


22
23


23
24


24
25


25
26


26
27


27
28


28
29


29
30


30
31`


31
32


32
33


33
34


34
35


35
36


36
37


37
38


38
39


39
40


40

Surabaya,       Januari 2015
       Kelompok Penyaji

Mengetahui Pembimbing
1.      Wahyu Eko S. Amd.Keb
2.      K.Kasiati,S.Pd.,M.Kes
3.      Rekawati S.M.,Kes



LIRIK LAGU ASI EKSKLUSIF
Oleh : kelompok II semester V
1.      nada: helli
ibu punya air susu
itu namanya ASI
diminumkan setiap hari
bayi sehat bergizi
ASI, prok prok prok
eksklusif, prok prok prok 6 bulan lamanya
ASI, prok prok prok
eksklusif, prok prok prok, tanpa tambahan lainnya

2.      nada: rek ayo rek
bu ayo bu, beri bayi ASI eksklusif
bu ayo bu, hanya 6 bulan lamanya
hanya ASI makanan bayi yang sehat
beri ASI gunakan teknik yang tepat
tidak pakai nasi pisang susu sapi
hanya ASI ekonomis dan bergizi
ASI diminumkan bayi setiap hari

buat bayi sehat tuk bangsa dan negri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar